by

Analisa Aktivis 98 soal Komjen Listyo, Pantesan Kelompok Pemecah Belah Bangsa Ketar-ketir

-Nasional-29 views



IDEANEWSINDO.COM – Penunjukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri adalah keputusan yang tepat.

Pasalnya, sosok yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri itu memang pas menggantikan Jenderal Pol Idham Azis menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu.

Demikian disampaikan aktivis 98 Aznil Tan dihubungi PojokSatu.id, Jumat (15/1/2021).

Aznil bahkan meyakini mantan ajudan Presiden Jokowi itu bertindak tegas jika ada kelompok-kelompok yang mencoba memecah belah bangsa ini.

“Kelompok pemecah belah kerukunan anak bangsa, intoleransi, dan berdemokrasi secara kriminal pasti tidak diberi ruang oleh pak Listyo,” ujarnya.

Akan tetapi, Aznil Tan tak merinci kelompok mana yang dimaksudnya itu.

Relawan Jokowi itu hanya menyebut bahwa publik sudah bisa menilai sendiri kelompok tersebut.

“Kelompok yang mencoba untuk memecah belah bangsa, nggak usah diperjelas siapa,” jawabnya.

Kendati demikian, Aznil berharap nilai-nilai demokrasi yang mereka perjuangkan saat penumbangan Orde Baru akan lebih baik di masa kepimpinan Listyo.

“Kami berharap demokrasi yang kami perjuangkan pada 1998 dulu bisa lebih baik lagi di masa Listyo nanti,” tuturnya.

“Kebebasan berpendapat, berbicara dan bahkan mengkritisi pemerintah sekeras apapun pasti dijamin, asalkan yang diatur di dalam konstitusi negara,” pungkas Aznil.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri.

Listyo diusulkan Presiden kepada DPR RI untuk menduduki kursi yang akan ditinggalkan Jenderal Pol Idham Azis.

Penunjukan Komjen Listyo itu tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan ke DPR RI, hari ini, Rabu (13/1/2021).

Surpres bernomor: R-02/Pres/01/2021 tersebut dikirimkan Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dalam surpres tersebut, hanya menyebutkan nama sosok yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri saja.

“Seperti yang saya sampaikan, Surpres telah kami terima dari Bapak Presiden, yang mana Bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat Polri ke depan dengan nama tunggal yaitu, Bapak Drs Listyo Sigit Prabowo,” ungkap Puan Maharni di komplek Parlemen, Rabu (13/1).

Nantinya, mantan ajudan Presiden Jokowi itu akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR.

Hasilnya, kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk mendapatkan persetujuan DPR RI.

“Proses akan ditempuh selama 20 hari sejak surat presiden diterima yaitu hari ini Rabu 13 Januari 2021,” terangnya.

Selama proses dan mekanisme itu, Puan menjamin semua akan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundangan dan hukum yang berlaku.

“Kita (publik) dapat segera mengetahui apakah Kapolri yang ditunjuk Presiden mendapatkan persetujuan dari DPR,” tandasnya.

s. pojoksatu.id



Source link

Comment