by

Belajar Dari Kasus Romahurmuziy, PPP Jangan Terlena Sohorkan Milenial Tanpa Estafet Rapi

-Politik-43 views




Begitu disampaikan Peneliti Senior LIPI, Prof Siti Zuhro saat menjadi narasumber dalam acara diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk “Islah PPP: Rapatkan Barisan Gapai Kemenangan” pada Jumat (19/3).

“Memang Ketua Umumnya bukan orang muda tapi kalau saya bukan aliran yang selalu seolah-olah antipati dengan orang tua, tidak. Bahwa asumsi yang terlalu menyohor-nyohorkan orang muda kadang keliru juga, tidak seluruhnya tepat. Jadi tetap saja ada estafet yang rapih, tidak lompat-lompat,” ujar Siti Zuhro.



Pasalnya, menurut pengamat politik senior ini, Ketua Umum PPP sebelum Suharso Monoarfa, yakni Romahurmuziy alias Romi, pada akhirnya terbukti nyaris membawa partai berlambang ka’bah tidak lolos dalam Pemilu 2019 lalu.

“Yang dilakukan oleh PPP kemarin dipimpin orang muda, tapi kan tidak terbukti juga. Malah emmbuat nyaris PPP di Pemilu 2019 itu hilang,” tuturnya.

Atas dasar itu, Siti Zuhro menyarankan, pengalaman PPP sebelum-sebelumnya harus diantisipasi oleh pengurus yang baru. Kedepannya, asumsi-asumsi soal millenial itu harus ditopang oleh proses kaderisasi yang matang dan rapih.  

“Itu (Romy terjerat rasuah) pengalaman yang sangat pahit bagi PPP untuk tidak diulang. Kedepan jangan sampai mengulang asumsi-asumsi orang muda segalanya tadi itu. Saya termasuk yang tidak percaya itu,” tuturnya.

“Jadi ketika mengelola negara silakan PPP dengan kader-kader andalannya, sudah mulai membuat list-nya siapa-siapa yang memang patut dikedepankan, dijual istilahnya,” demikian Siti Zuhro.

Turut hadir dalam serial diskusi daring yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL tersebut yakni Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Anggota Majelis Kehormatan PPP Djan Faridz.





Source link

Comment