by

Beri Pinjaman Rp50 Miliar, eFishery Bantu Petani Lewati COVID-19

-Bisnis-97 views


VIVA – Di tengah pandemi COVID-19, sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkena dampak yang cukup signifikan, termasuk pada sektor perikanan budidaya. Namun, salah satu startup akuakultur terbesar di Indonesia yaitu eFishery justru berhasil tumbuh. 

Di mana pada sepanjang 2020, eFishery mencatatkan peningkatan pendapatan hingga empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Tercatat terjadi peningkatan hingga 287,2 persen year-on-year Gross Merchandise Value (GMV) sepanjang 2020.

“Di tahun ini kami secara agresif mengoptimalkan lini bisnis selain eFisheryFeeder, yaitu eFisheryFund untuk akses terhadap pendanaan, eFisheryFeed untuk penyediaan pakan, dan eFisheryFresh untuk pendistribusian produk hasil budidaya,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) eFishery, Gibran Huzaifah dalam keterangannya, Kamis 24 Desember 2020.

Gibran mengungkapkan, lini bisnis lain yang dioptimalkan tahun ini dilakukan karena melihat pembudidaya ikan mengalami kesulitan mendapatkan modal usaha, terbatasnya pakan yang tersedia di retailer, dan juga kendala dalam penyaluran hasil budidayanya.

Untuk itu, lanjut dia, eFisheryFund memberikan akses dan menghubungkan pembudidaya ikan secara langsung dengan institusi keuangan. Fitur utama dari eFisheryFund adalah Kabayan (Kasih Bayar Nanti), yaitu program cicilan yang dapat dimanfaatkan oleh para pembudidaya untuk memperoleh produk eFishery seperti eFisheryFeeder dan pakan ikan. 

“Penyediaan pakan yang didukung oleh eFisheryFeed ini telah bekerja sama dengan berbagai brand pakan, sehingga pembudidaya memiliki lebih banyak pilihan. Lebih dari 3.000 ton pakan ikan dari berbagai merek telah didistribusikan melalui layanan ini,” jelasnya.

Selain itu, sepanjang 2020, eFisheryFund telah menjalin kerja sama dengan institusi keuangan, seperti BRI, Alami Sharia, dan Investree. Hingga saat ini, lebih dari 800 pembudidaya telah didukung oleh eFisheryFund dengan total pinjaman yang disetujui mencapai lebih dari Rp50 miliar. 

Pandemi COVID-19 secara signifikan membuat perekonomian Indonesia mengalami pukulan dan mengguncang sektor UMKM, termasuk sektor perikanan budidaya. 

Di awal pandemi, permintaan ikan mengalami penurunan hingga 20 persen. Hal ini, akibat beberapa hal, yaitu permintaan pasar yang turun, pasar horeka (hotel, restoran, dan kafe) yang masih lesu, dan akses untuk berpindah ke pasar online yang belum maksimal.

“Melalui eFisheryFresh, ikan yang ditarik dari pembudidaya kemudian disalurkan ke berbagai chanel dengan jalur B2B. Selama tahun 2020 ini, lebih dari 1.000 ton ikan telah ditarik dari puluhan kelompok tani dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Source link

Comment