by

Cerita Jaksa Agung ST Burhanuddin, Pernah Diimingi Suap Hingga Dapat Ancaman GAM

-Politik-25 views




Dalam podcast kanal YouTube Deddy Corbuzier itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan berbagai hal, mulai dari pengalaman pribadinya ketika menghadapi suap hingga tanggapan soal sosoknya yang dianggap mirip suami Inul Daratista, Adam Suseno.

Kepada Deddy Corbuzier, Jaksa Agung ST Burhanuddin bercerita ia pernah diancam oleh GAM saat dirinya ditugaskan di Aceh. Ancaman tersebut ia dapatkan saat baru tiba di Aceh untuk bertugas.



Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, ia kemudian berinisiatif untuk melindungi diri kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh. Selain itu, ia juga turut mengganti KTP-nya dengan KTP Merah Putih.

“Saya lapor kepada kepala Kejaksaan Tinggi pada waktu itu orang Aceh, Pak Teuku. Saya bilang ‘Pak, ini ada begini’. Kejati waktu itu ‘terus gimana?’, pantang untuk surut saya bilang,” cerita Burhanuddin kepada Deddy.

“Tapi tetap saja saya sebagai manusia punya perasaan sih pasti, saya minta KTP. KTP-nya diganti jadi KTP merah putih karena kalau dari Jawa, di sana kan tetap saja seram,” ungkapnya.

Mengenal figur Jaksa Agung ST Burhanuddin, dia adalah jaksa kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 17 Juli 1954.

Ia merupakan seorang sarjana Hukum Pidana dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1980. Setelah lulus kuliah S1, ST Burhanuddin kemudian mulai meniti karier sebagai staf di Kejaksaan Tinggi Jambi.

Ia juga sempat mengikuti pendidikan pembentukan jaksa. Dari sanalah kemudian ia diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri di sejumlah daerah. Termasuk di wilayah Jambi dan juga Cilacap.

Pada tahun 2007, ST Burhanuddin sempat mendapat promosi jabatan menjadi Direktur Eksekusi dan Eksaminasi pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung.
Pada tahun 2008, ia kembali dipromosikan dan terpilih untuk menempati posisi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara hingga 2009.

Selain pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, ST Burhanuddin pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.

Saat menjabat sebagai Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada tahun 2010, Burhanuddin cukup fokus pada penanganan kasus korupsi.

Dia terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) pada 2011 hingga pensiun pada 2014. Pada tahun 2015, ST Burhanuddin ditunjuk menjabat Komisaris Utama PT Hutama Karya (persero).

Pada tahun 2019, ST Burhanuddin dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai Jaksa Agung RI pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. ST Burhanuddin menggantikan Jaksa Agung sebelumnya yakni H.M. Prasetyo.





Source link

Comment