by

Dituding Menambang Ilegal, Ini Jawaban Pembangun Smelter di Kolaka

-Bisnis-35 views


VIVA – PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) menjawab tudingan Konsorsium Nasional Aktivis Pemerhati Lingkungan (KN-APL) terkait adanya dugaan aktivitas penambangan di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Sebelumnya diberitakan, atas dugaan tindak pidana ini, KN-APL meminta agar aparat penegak hukum mulai dari Polri, KPK hingga Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT CNI. Sebab, diduga telah melakukan kejahatan lingkungan secara terorganisir.

Merespons tudingan tersebut, Kepala Tehnik Tambang PT CNI, Alpi Cekdin memastikan bahwa proses penambangan yang diterapkan perusahaan telah mengikuti Best Mining Practice dengan luasan Wilayah Izin Usaha Pertambangan seluas 6785 Hektar.

Dalam wilayah izin usaha pertambangan (WIUP), PT CNI dikatakannya telah mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Pertama sesuai dengan Keputusan Menteri LHK No. SK 584/MENLHK/SEKJEN/PLA.0/12/2018 pada 17 Desember 2018 seluas 333,35 hektare.

Kemudian IPPKH kedua sesuai dengan Keputusan Menteri LHK No. SK 578/MENLHK/SEKJEN/PLA.0/8/2019 pada 20 Agustus 2019 tentang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk kegiatan Operasi Produksi Nikel dan Sarana Penunjangnya pada kawasan Hutan ProduksinTerbatas PT CNI seluas 623.46 hektare

Source link

Comment