by

Gisel Kembali Dipanggil Polisi Terkait Kasus Video Syur

-Berita-55 views


VIVA – Kasus video porno yang menyeret Gisel, sapaan akrab Gisella Anastasia, masih terus berlanjut. Seperti diketahui sebelumnya, Gisel sudah memenuhi panggilan kepolisian terkait video tersebut.

Kini, polisi kembali memanggil Gisel untuk dimintai keterangan. Penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap Gisel pada Rabu, 23 Desember 2020 besok atau dua hari sebelum Hari Raya Natal yang jatuh pada 25 Desember 2020.

Rencananya agenda pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Kenapa Gisel kembali dipanggil? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, Gisel dipanggil untuk melakukan pemeriksaan tambahan karena hasil forensik masih belum ada.

Namun, tidak dirinci apa saja yang mau digali penyidik dari mantan istri Gading Marten itu. Pasalnya, hal tersebut masuk ranah penyidikan. “Karena ada beberapa pertanyaan lagi yang harus ditanyakan kepada yang bersangkutan,” ujar dia di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 22 Desember 2020.

Terkait video syur berdurasi 19 detik yang beredar viral di media sosial di mana pemeran wanita yang mirip Gisel sedang beradegan intim, polisi sudah mencokok dua penyebar video secara masif, antara lain berinisial PP dan MN. Keduanya mengaku alasan menyebarkan video itu salah satunya agar menambah follower akun media sosial mereka serta agar memenangkan give away.

Sebelumnya, Pakar Telematika, Roy Suryo, mencoba mengalisis video syur berdurasi 19 detik yang heboh diperbincangkan oleh warganet karena mirip dengan Gisel.

Ia melakukan sampel wajah dari video tersebut diperbandingkan dengan materi yang sudah bisa dipastikan keasliannya sebagai pembanding dari artis yang disebut-sebut “mirip”. Dari keduanya dibuat matriks yang meliputi perbandingan bentuk wajah, mata, hidung, bibir, jarak masing-masing di antaranya dan sebagainya.

“Karena memang secara ilmiah dan scientific tingkat kemiripannya masih di bawah 75 persen, tepatnya adalah antara 72 persen sampai dengan 74 persen dengan software face comparator (recognizer),” ungkap Roy.

Source link

Comment