by

Harga Cabai Meroket hingga Rp100 Ribu Per Kilogram

-Bisnis-41 views


VIVA – Usai Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Salah satu jadi perhatian warga adalah cabai rawit yang harganya ‘pedas gila’ dibanderol hingga Rp100 ribu per kilogram di Pusat Pasar, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Iya, harga cabai rawit masih tinggi. Kemarin masih di kisaran Rp75-80 ribu per kg. Pada hari ini, sudah tembus Rp100 ribu per kg,” ungkap Ramdan, pedagang di Pusat Pasar Kota Medan saat dijumpai wartawan, Senin, 4 Januari 2021.

Ramdan menilai harga cabai rawit tembus Rp100 ribu per kilogram dipicu karena banyak petani cabai tidak melakukan aktivitas pertanian. Karena, libur dan masih merayakan tahun baru.

Baca juga: Awal Perdagangan 2021, Rupiah Menguat Rp13.800 Per Dolar AS

Ramdan juga mengatakan, cabai merah masih tergolong mahal dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai hijau dibanderol Rp45 ribu per kilogram. Harga mahal itu, dipicu cuaca ekstrem belakangan ini terjadi di Sumut.

“Harga normal untuk cabai biasa Rp22-25 ribu per kg. Mungkin selain karena petani belum kembali ke ladang, cuaca ekstrem juga memengaruhi mahalnya harga cabai,” tutur Ramdan.

Pantauan di lapangan, sejumlah harga komoditas pangan yang masih mahal di antaranya, tomat Rp10.000 per kg, bawang merah Rp28.000 per kg, bawang putih, Rp24.000 per kg, bayam Rp5.000 per ikat, dan kacang panjang Rp10.000 per kg. Kemudian, minyak curah Rp13.000 per kg, sedangkan gula pasir Rp12.000 per kg. 

Seorang pedagang ikan di Pasar Tembung, Kota Medan, Tony menjelaskan, harga ikan laut juga melambung sejak sebelum Natal. Mahalnya harga ikan laut dikarenakan intensitas curah hujan yang tinggi. 

“Biasa harga ikan laut itu sekitar Rp22-25 ribu per kg. Sekarang rata-rata naik Rp5.000 per kg,” ucapnya. 

Seperti ikan dencis ukuran sedang, harganya Rp30 ribu per kg, sama halnya dengan ikan kembung Rp30 ribu per kg. Ikan tongkol yang biasanya hanya Rp20 ribu per kg, kini naik menjadi Rp26 ribu per kg. 

“Kerang dan udang juga mahal, selain mahal susah dijumpai di pasar,” ungkap Tony. (art)

Source link

Comment