by

Kemarahan Presiden Jokowi Menyejukkan Hati Rakyat

-Nasional-41 views


 
sumber photo: cnbcindonesia
Photo Ekspresi Jokowi

Ideanewsindo.com –
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai,
kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kinerja para menterinya dalam
menangani krisis Covid-19 telah menyejukkan hati rakyat. Dia berharap, para
pembantu presiden tersentak dan segera melaksanakan kebijakan strategis guna
membantu perekonomian rakyat. 

Anwar mengatakan, rekaman pidato yang tersebar di YouTube
itu memang menunjukkan kekecewaan Jokowi terhadap kinerja para menterinya.
Jokowi, kata dia, benar-benar jengkel dengan para pembantunya yang tak memiliki
sense of crisis yang pada akhirnya membuat kinerja mereka tidak berdampak banyak
terhadap kehidupan rakyat.

Anwar menyoroti pernyataan Jokowi yang menyebutkan bahwa
dana yang dianggarkan sudah besar, tapi tak kunjung disalurkan oleh para
menterinya. Hal itu, kata dia, merupakan salah satu penyebab daya beli
masyarakat belum terdongkrak dan perekonomian tak kunjung menggeliat.

“Hal ini tentu saja sangat kita sesalkan karena akibat
dari tindakan tersebut telah memperburuk citra dari pemerintah terutama dalam
hal ini adalah presiden karena dampak dari tindakan mereka telah memperburuk keadaan
ekonomi rakyat,” kata Anwar dilansir dari laman Republika, Senin (29/6).

Dengan kemarahan Jokowi itu, Anwar berharap, para menteri
benar-benar tersentak dan segera melakukan langkah-langkah strategis untuk
memperbaiki ekonomi rakyat. Hal ini, kata dia, agar tujuan tersebut bisa cepat
terwujud, sebaiknya bantuan dari pemerintah kepada rakyat miskin diberikan
dalam uang, bukan barang. 

“Dengan itu mereka bisa berbelanja ke warung-warung
kecil di samping dan disekitar rumahnya, sehingga kehidupan ekonomi rakyat
kecil benar tertolong dan itulah yang kita harapkan,” kata Buya Anwar.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memarahi para menterinya dan
melontarkan ancaman perombakan kabinet dalam pidatonya saat sidang kabinet
paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6). Rekaman pidato itu diunggah oleh
Sekretariat Kepresidenan di kanal YouTube pada Ahad (28/6).

Dalam pidatonya itu, Kepala Negara geram dengan kinerja
menterinya yang normal-normal saja dalam situasi krisis Covid-19 sekarang.
Bahkan dana yang sudah dianggarkan untuk mengatasi krisis masih belum
disalurkan.

“Misalnya saya beri contoh, bidang kesehatan
dianggarkan Rp 75 triliun, baru keluar 1,53 persen. Uang beredar masyarakat ke
rem di situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang
tepat sasaran sehingga men-trigger ekonomi,” kata Jokowi.

“Bansos (bantuan sosial) yang ditunggu masyarakat
segera keluarkan. Kalau ada masalah segera lakukan tindakan lapangan,”
imbuh eks Gubernur DKI Jakarta itu.



Source link

Comment