by

Memanas! Kasus Dugaan Ketua DPRD Kota Cirebon Dukung Paham Khilafah

-Nasional-29 views


sumber gambar: youtube
Photo Tangkapan Video Ikrar NKRI DPRD Cirebon

Ideanewsindo.com –
Insiden pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Affiati
bersama Forum Cirebon Bersatu kini menuju babak baru. 

Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati diduga dengan sengaja
menghapus kata ‘Khilafah’ dari daftar ideologi-ideologi yang dilarang di
Indonesia pada Senin (6/7/2020) lalu.

Sebelumnya, Affiati dikecam karena diduga mendukung paham
khilafah. Seperti terlihat dan terdengar dalam video yang beredar di media
sosial, saat membacakan isi ikrar pada poin ketiga, Affiati sempat membacanya
sesuai teks atau naskah. 

“Kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik
Indonesia dari pengaruh paham komunisme dan khilafah,” ucap Affiati.

Massa pengunjuk rasa yang hadir di ruangan DPRD Kota Cirebon
kemudian meminta ikrar itu dibatalkan dan Affiati diminta mengulang poin ketiga
ikrar dengan menghapus atau tidak mengucapkan kata ‘khilafah’.

“Batal batal batal, diulang Bu, tidak sah,” teriak sejumlah
orang di dalam ruangan.

Affiati pun lantas mengulang kalimat poin ketiga dengan
menghapus atau tak mengucapkan kata ‘khilafah’ seperti yang diminta massa
pengunjuk rasa.

“Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan
Republik Indonesia dari pengaruh komunisme, liberalisme, leninisme, dan
sekulerisme,” kata Affiati.

Atas tindakan itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)
Kota Cirebon melaporkan Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati ke polisi terkait
insiden pembacaan ikrar NKRI dan Pancasila yang menyebutkan kata ‘Khilafah’
sebagai paham yang dilarang. Peristiwa pembacaan ikrar ini sudah dilaporkan ke
polisi pada Jumat (10/7/2020) kemarin. 

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ibas mengatakan,
memastikan pihaknya telah melaporkan peristiwa dihilangkannya kata ‘Khilafah’
saat pembacaan ikrar setia pada NKRI dan Pancasila di Gedung DPRD Kota Cirebon,
pada Senin (6/7/2020) lalu.

“Kami sudah melaporkannya ke polisi agar peristiwa itu
diusut tuntas,” katanya, Sabtu (11/7/2020).



Source link

Comment