by

Meski Dilanda Pandemi, Kementerian ESDM Tetap Komitmen Dalam Pengembangan Energi Terbarukan

-Politik-29 views




Namun demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap berkomitmen melanjutkan misi mengalihkan energi konvensional ke energi terbarukan. Pandemi tak lantas membuat program ESDM ikut terhambat.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, pun telah menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama internasional dalam upaya mendorong transisi energi.



Dalam pandangan Konsorsium Masyarakat Sumber Daya Mineral Dan Energi, Arifin Tasrif telah cukup mendorong transisi penggunaan energi yang lebih bersih.

Guna mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, ESDM di bawah Arifin Tasrif hampir memenuhi target yang dicanangkan. Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan aturan dan rencana aksi di berbagai sub-sektor.

Hal ini tergambar dalam porsi bauran EBT mencapai 11,51% dari target 13,4%. Meski tidak sesuai dengan target, capaian ini menunjukkan peningkatan yang positif dibandingkan capaian porsi EBT pada 2019 yaitu sebesar 9,2%.

“Capaian secara tahunan naik untuk subsektor EBTKE dalam porsi bauran yaitu 2,36 persen, jadi kita bisa naik 2,36 persen bauran EBT dan bauran energi primer dalam penyediaan energi nasional. Angkanya masih cukup panjang untuk mencapai 23 persen, tapi dengan angka 2,36 persen dalam satu tahun, menurut kami ini merupakan capaian positif,” terang Ketua Umum Konsorsium Masyarakat Sumber Daya Mineral Dan Energi, Rinjani Dwi Harini, Kamis (8/4).

Tak hanya itu, kebijakan yang diambil pemerintah juga telah didukung kegiatan pengembangan kapasitas dan penelitian-penelitian. Saat ini Indonesia juga berupaya menerapkan metode yang lebih cerdas dalam bisnis energi, sehingga industri energi nasional siap bersaing dalam pasar global industri 4.0.

Sebagai contoh, saat ini Indonesia melakukan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan untuk jaringan ketenagalistrikan.

Guna pemenuhan kebutuhan listrik rakyat Indonesia, pemerintah  telah berusaha menerapkan sistem manajemen energi untuk industri dan bangunan. Pemerintah di bawah Kementerian ESDM telah mengembangkan proyek green fuel berbasis CPO. Proyek green fuel ditargetkan siap berproduksi pada 2023.

Kemudian, sebagai wujud penerapan energi rendah karbon, pemerintah Indonesia juga telah menerapkan berbagai program efisiensi energi. Termasuk mandatory energy management dan minimum energy performance standards.

Tidak berhenti di sektor hilir saja, pemerintah juga telah  mengadopsi standar nasional sistem manajemen energi, yang secara bertahap akan menjadi standar nasional bagi industri.

Jika ditilik dari availability, lanjut Rinjani, Indonesia yang dianugerahi kekayaan sumber alam minyak bumi dan batu bara yang melimpah memungkinkan adanya sustainability. Artinya, dua unsur telah terpenuhi dalam pengembangan energi terbarukan Indonesia.

Meski demikian, jika ditinjau dari segi accesibility, negara ini masih perlu mengembangkan infrastruktur, selaras dengan energi baru terbarukan.

Dan jika dilihat dari segi affordibility tantangan utama energi terbarukan tersebut adalah soal harga yang sulit dijangkau.

Sehingga, dalam penerapan pengembangan energi terbarukan, Indonesia tidak dapat berjalan sendiri. Pengembangan di bidang energi memiliki tantangan yang komplek saat proses transisi energi.

“Pengembangan energi terbarukan perlu adanya kerja sama multinasional. Hal itu diperlukan untuk mendukung Indonesia menjadi mandiri yang ke depannya akan lebih mampu dan berkualitas dalam persaingan industri energi global,” jelas Rinjani.

“Tak kalah penting tentunya pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM harus mengedepankan sumber energi terbarukan dengan harga yang ekonomis dan banyak secara kuantiti,” tandasnya.

Sebab, tak bisa dipungkiri, tujuan utama Energi Indonesia adalah memberi kontribusi energi terhadap pembangunan nasional dengan menyediakan sumber energi yang bersih, murah, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.





Source link

Comment