by

Meski Tersendat-sendat, Demokrasi Di Indonesia Harus Terus Didorong

-Politik-40 views




Begitu disampaikan Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk “Refleksi Pemikiran Alumni UIN” pada Senin (4/1).

“Demokrasi sudah menjadi pilihan kita berbangsa dan bernegara sejak awal, sejak para pendiri bangsa kita dulu. Tetapi, demokrasi kita tidak pernah berjalan mulus selalu menghadapi tantangan dari sistem-sistem lain,” kata Pramono.



Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, perjalanan demokrasi di Indonesia dari masa ke masa terus mengalami jalan berliku.

“Pada suatu ketika, ada pemberontakan atas nama agama DII/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Aceh. Pada kesempatan lain, kelompok Komunis juga pernah berusaha mengganti sistem itu. Berikutnya, sistem totalitarian militeristik juga pernah mewarnai sistem demokrasi kita,” tuturnya.

“Jadi, demokrasi kita tidak pernah berjalan linier mulus selalu bergerak ke depan,” imbuh Pramono.

Aktivis muda Muhammadiyah ini juga menyebutkan pada era reformasi juga demokrasi masih mengalami tantangan yang nyata. Hal itu ditenggarai oleh sejumlah masalah kebangsaan mulai dari persinggungan keberagaman hingga politik.

Namun begitu, para alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diharapkan tidak lantas anti demokrasi betapapun demokrasi di Indonesia selalu menemui jalan terjal.

“Tantangan terus berlangsung, tetapi sebagai insan-insan alumni UIN, bagi saya, demokrasi Indonesia harus terus didorong meskipun jalannya tersendat-sendat, mundur ke belakang, tetapi menjadi komitmen bersama bagi kita untuk bagaimana demokrasi kita dorong ke depan,” tandasnya.

Selain Pramono, narasumber lain dalam webinar tersebut yakni; Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang juga Ketua IKAL UIN, TB Ace Hasan Syadzily, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Asrori S Karni, dan Komisioner Purnabakti Komnas Perempuan Yunianti Chuzaifah.





Source link

Comment