by

Pasar Muamalah Hancurkan NKRI Lewat Jubah Agama

-Nasional-37 views


IDEANEWSINDO.COM – Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah Bahrawi mensinyalir penggunaan mata uang negara lain di pasar muamalah sebagai alat tukar merupakan pelanggaran atas kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Siapapun boleh saja menggunakan mata uang lain untuk investasi, tapi menggunakannya sebagai alat tukar di wilayah Indonesia adalah pelanggaran atas kedaulatan negara,” kata Islah di akun Instagramnya yang dilihat rri.co.id, Minggu (31/1/2021). 

Menurut Islah, upaya-upaya untuk menghancurkan negara ini dilakukan dengan berbagai cara, bahkan metodologi imperialisme juga mulai dilakukan. 

“Menghancurkan negara melalui kooptasi mata uang, dilakukan sekelompok orang demi menikam bangsanya sendiri yang lagi-lagi berjubah agama agar terlihat sebagai martir akhirat. Mata uang yang sejatinya kesepakatan “bumi”, dipaksa menjadi otoritas “langit.”,” tegasnya. 

Islah menegaskan, negara harus hadir atas upaya penggerusan kedaulatan ini. Dalam pandangannya, jubah agama dengan menciptakan pasar yang menggunakan non-rupiah sebagai standar alat tukar, adalah pengkhianatan berbumbu kemunafikan. “Di saat KTP dan lembaran uang berlogo Garuda masih terselip di dompetnya,” ujarnya.

Sebelumnya, di jagad media sosial Twitter beredar video transaksi di pasar muamalah. Adalah akun Twitter @Pencerah_ yang mengungkap video itu. 

Ia menyebut eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Zaim Saidi diduga berada di balik maraknya pasar muamalah di sejumlah daerah di Indonesia. 

“Dari hasil penelusuran saya, sudah ada beberapa pasar Muamalah di beberapa daerah Nusantara. Seperti di Yogyakarta, Bekasi dan di Depok-Jawa barat,” ungkap akun Twitter @Pencerah_ yang dilihat rri.co.id, Jumat (29/1/2021).

“Penggeraknya adalah Zaim Zaidi (diduga HTI) yang anti terhadap sistem finansial saat ini yang dianggapnya sbg kapitalisme riba,” tambahnya.

s: rri.co.id



Source link

Comment