by

Pesan Khusus YLKI untuk Menkes Budi soal Pengendalian Tembakau

-Bisnis-12 views


VIVA – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyampaikan pesan khusus kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Sebagai pejabat baru, dia harus menjadi panglima dalam masalah pengendalian tembakau di Indonesia.

Kepada Budi, Tulus menegaskan bahwa saat ini konsumsi tembakau telah menjadi ancaman terhadap persoalan kesehatan dan ekonomi, target pencapaian SDG’s, dan juga bonus demografi yang terancam gagal.

“Apabila tidak ada pengendalian (tembakau) yang kuat, sehingga diperlukan penguatan regulasi pengendalian tembakau di Indonesia baik pada level PP atau pun di level regulasi yang lain,” kata Tulus dalam telekonferensi, Selasa 12 Januari 2021.

Baca juga: Intip Gaji dan Hak ASN Kontrak alias PPPK Dibanding PNS

“Oleh karena itu, YLKI meminta dan mendesak Menkes Budi untuk menjadi panglima pengendalian tembakau dengan cara melakukan amendemen PP 109/2012,” ujarnya.

Tulus menjelaskan, secara usia umur PP 109/2012 ini sudah sangat lama, yakni sekitar 11 tahun lebih. Untuk itu, perlu adanya empowering dengan mengangkat isu-isu aktual, yang belum tercakup di dalam PP tersebut.

Hal itu antara lain seperti pengaturan iklan yang sangat terbatas. Karena masih parsial, dan belum mengatur isu-isu aktual yang sekarang sudah menjadi wabah baru.

“Misalnya iklan rokok digital yang hingga saat ini belum ada aturannya. Kemudian soal rokok elektronik yang juga belum ada aturannya,” ujarnya.

Karena itu, YLKI pun mempertanyakan dengan keras kepada pihak Kemenkes, terkait alasan dari macetnya proses amendemen PP 109/2012 yang dinilainya ‘masuk angin’ sejak saat Menkes Terawan Agus Putranto menjabat sebelumnya.

“Nah, ini yang kemudian pada saat pergantian menkes dan wamenkes kali ini, kita berharap bahwa amendemen PP ini menjadi agenda di dalam kebijakan Menkes Budi Gunadi Sadikin,” kata Tulus.

“Meskipun memang saat ini menkes dan Kementerian Kesehatan sedang fokus dalam masalah vaksinasi, tapi jangan juga melupakan hal yang mendasar,” ujarnya.

Source link

Comment