by

Pupuk Subsidi Langka di Daerah Lumbung Pangan NTT, Petani Menjerit

-Bisnis-38 views


VIVA – Petani di Manggarai, Nusa Tenggara Timur sedang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Lima jenis pupuk subsidi yakni Urea, ZA, PNK, SP36 dan POG (Pupuk Organik) langka sejak Januari 2021.

Petani di daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan NTT itu pun menjerit. Sebab, padi yang ditanam pada Januari 2021 belum sekali pun disirami pupuk padahal untuk mendapatkan hasil yang maksimal idealnya sampai tiga kali penyiraman.

Seperti yang dikeluhkan Gabriel Haman. Petani asal Rentung Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng ini mengaku rugi banyak karena biaya yang dikeluarkan pada musim tanam pertama tahun 2021 terbuang percuma.

Baca juga: Anggaran Capai Rp42,3 T, Erick Thohir Perketat Aturan PMN ke BUMN

“Untuk musim tanam paruh pertama jangan harap kita panen normal sebabnya padi yang saya tanam tidak dipupuk, hanya mengandalkan humus tanah. Saya kebetulan petani kere, sangat bergantung pada pupuk subsidi, mau beli yang nonsubsidi ya mahal uang tidak cukup,” tutur Gabriel ketika dihubungi VIVA, Selasa 24 Maret 2021.

Disampaikannya, krisis pupuk yang dialami petani di Manggarai bukan kali ini saja. Informasi yang diterima petani terkait masalah pupuk subsidi juga sangat mengecewakan. Pengecer pupuk,lanjut dia, terpaksa menjadi sasaran amarah petani.

“Pemerintah tidak jujur mengaku apa sebab pupuk itu tak dibagikan. Kalau pun ada yang dapat jumlahnya sangat sedikit. Kami tanya kepala desa, kades bilang tanya pengecer. Terpaksa kami ngamuknya di pengecer di desa kami,” ungkap Gabriel.

Pemerintah jelaskan

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara mengaku kelimpungan mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi di Manggarai yang terjadi tiap tahun.

Masalah kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi selama bertahun-tahun, terangnya, dikarenakan pasokan pupuk dari PT Pupuk Kaltim dan PT Petro Kimia Gresik, selaku produsen pupuk bersubsidi yang ditunjuk Pemerintah jauh dibawah kebutuhan pupuk yang diusulkan Pemkab Manggarai.

“Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya lebih kurang sama tetap seperti itu, antara kebutuhan dan alokasi jauh,” ujar Yoseph Mantara.

Source link

Comment