by

Rizieq Shihab Terancam Penjara Lagi Terkait Lahan Pesantren Megamendung Bogor

-Nasional-31 views



IDEANEWSINDO.COM – Eks Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) atau Habib Rizieq Shihab tak berhak mendapat ganti rugi jika lahan Pesantren Markaz Syariah Megamendung Bogor diambil lagi oleh PTPN VIII.

Justru, FPI dan para pihak yang bertanggung jawab pada penguasaan lahan milik PTPN VIII bisa dipenjara hingga 4 tahun dan denda hingga Rp 4 miliar terkait masalah ini.

Begitu kata Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Iwan Nurdin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/1).

“Dugaan penyerobotan lahan PTPN VIII oleh FPI adalah kasus lama. Kasus itu dilaporkan ke Polda Jawa Barat beberapa tahun lalu. Kemudian kasus ini menghilang dan sekarang mencuat lagi,” jelasnya.

Iwan Nurdin mengatakan, berdasarkan pernyataan Habib Rizieq Shihab dan sejumlah pihak di FPI, menyebut bahwa FPI mengakui lahan yang dikuasainya milik PTPN VIII.

“Lahan itu digarap oleh orang perorang lalu dibeli FPI atau MRS,” katanya.

Menurutnya, akad jual beli itu tidak dapat dibenarkan menurut hukum Indonesia. Sebab, pemegang hak atas tanah adalah PTPN VIII. Dengan demikian, akad terkait lahan harus dilakukan oleh PTPN VIII.

“Alasan FPI bahwa akadnya hanya pengalihan penggarapan juga tidak bisa diterima. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan FPI tidak hanya menanami lahan dengan aneka tumbuhan. FPI membuat aneka bangunan,” kata Iwan.

Padahal, kata dia, sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) diberikan karena lahannya dipakai untuk usaha perkebunan, pertanian, peternakan, tambak perikanan.

Sementara untuk bangunan, sertipikat dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB).

Iwan menyarankan agar PTPN VIII segera menunjukkan batas lahan yang dikuasakan kepada perusahaan itu. Badan Pertanahan Nasional juga dapat membantu menjelaskan hal itu.

Jika benar ada HGU, lanjut Iwan, maka pihak yang melanggar bisa dikenai sanksi sebagaimana diatur oleh Perpu 51/1960.

Dalam Perppu itu jelas diatur denda Rp 4 miliar dan penjara 4 tahun kepada siapa pun.

Selanjutnya, hal yang sama diatur KUHPidana Pasal 385 ayat (1) KUHP, maka dapat dihukum penjara selama 4 tahun penjara.

s. pojoksatu.id



Source link

Comment