by

Sebelum Divaksin, Ariel Sempat Ragu

-Berita-7 views


VIVA – Masuk sebagai daftar pertama yang disuntik vaksin COVID-19, ternyata memberi pengalaman tersendiri bagi Ariel NOAH. Mantan kekasih Sophia Latjuba itu mengaku dirinya sempat dilanda keraguan.

Memiliki keistimewaan tersebut nyatanya malah membuat vokalis NOAH itu sempat bertanya banyak hal mengenai vaksin COVID-19. Ariel pun curhat kepada Jubir Satgas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, akan pengalamannya itu.

Dalam bincang santai di akun instagram dr. Reisa, musisi 39 tahun itu membeberkan proses pemanggilan dari Dinas Kesehatan hingga akhirnya divaksin. Berikut penuturan Ariel NOAH yang berhasil dirangkum.

Ditelepon

Sekitar tiga hari menjelang suntik perdana vaksin COVID-19 pada 13 Januari 2021, Ariel NOAH mendapat panggilan telefon dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bandung. Di momen ini, mantan suami Sarah Amalia itu ditanya akan kesediaannya untuk masuk dalam daftar pertama yang diberi vaksin COVID-19.

“Nanyain kesediaan untuk pertama kali divaksin. Kepikiran pertama kali, kalau keraguan pasti ada,” ungkap pria asal Bandung itu.

Alasan ragu

Menurutnya, wajar jika tersirat keraguan dalam proses vaksinasi tersebut lantaran hal itu masih sangat baru baginya dan masyarakat luas. Tetapi, ayah satu anak itu lantas mendapatkan penjelasan yang lengkap dan membuatnya mantap untuk divaksin.

“Kalau bilang ‘vaksin ini tolong dong dijelasin dulu’. Sangat normal menurut saya. Udah dijelasin dan udah jelas,” papar Ariel.

“Yang jadi concern itu metodenya. Sempet liat beberapa vaksin lain, kalau sinovac cara kerjanya gimana. Efek samping apa dari ringan sampai berat. Lebih banyak tanya ke dokternya sih, kalau saya punya alergi ini itu bisa divaksin nggak. Riwayat kesehatan dipastikan,” imbuhnya.

Proses vaksin

Setelahnya, Ariel mengaku menjalani proses vaksinasi dengan lancar. Ada pun proses vaksinasi tersebut cukup panjang lantaran harus memulai dengan menjawab form dan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

“Akan ada skrining dulu. Akan ada pertanyaan soal kesehatan. Ada 17 kondisi yang tidak dilakukan vaksinasi terlebih dahulu. Lalu pemeriksaan fisik seperi tensi, cek antigen, pemeriksaan suhu tubuh,” papar Reisa.

Tepis keraguan

Dalam proses vaksinasi, Ariel juga mengaku diberi edukasi bahwa vaksin COVID-19 tersebut tak langsung membentuk kekebalan namun secara perlahan. Sehingga, tak boleh lengah untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Nggak langsung kebal. Selama proses itu masih bisa kena COVID-19. Habis divaksin tetap 3M dulu. Lumayan lama membentuk kekebalannya. Kemarin dikasih tahu begitu,” terang Ariel.

“Sampai virusnya hilang sih sebenarnya kita tetap harus 3M,” imbuh Reisa.

Menutup perbincangan, Ariel menyarankan agar seluruh lapisan masyarakat mau divaksin dan tak ragu akan keamanan serta efektivitasnya. Sebab, vaksin tak akan memberi manfaat jika hanya segelintir orang yang diberikan.

“Kalau ragu, coba cari tahu sampai detail, jangan hanya baca headline. Kalau masih ragu, lihat aja yang udah divaksin duluan, kan nggak terjadi apa-apa, itu bukti lebih nyata. Kalau udah ada contohnya nggak ada alasan lagi buat ragu. Percuma kalau cuma segelintir yang kebal, kita nggak bisa kembali normal. Kalau semuanya kebal, kita bisa normal lagi,” kata Ariel.

Source link

Comment