by

Sumbangan Lazisnu Capai Rp. 12,5 Miliar Berhasil Bawa TKI Ety Toyyib Anwar yang Lolos Hukuman Mati Sampai Jakarta Sore Ini

-Nasional-15 views


 
sumber gambar: detik

Ideanewsindo.com –
Sumbangan Lazisnu  Rp. 12,5 Miliar Berhasil
 Bawa TKI Ety Toyyib Anwar yang Lolos Hukuman
Mati Sampai Jakarta Sore Ini. 

Tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Ety Toyyib Anwar, yang
lolos dari hukuman mati di Arab Saudi, akan tiba di Jakarta sore ini Senin
(6/7/2020). 

“Ety Toyyib Anwar, WNI asal Majalengka yang selamat
dari hukuman mati, dijadwalkan akan tiba di Jakarta sore ini pukul 16.05
WIB,” demikian bunyi siaran pers dari Kedutaan Besar Republik Indonesia
(KBRI) Riyadh yang dilansir dari detikcom, Senin (6/7/2020). 

Ety Toyyib Anwar  adalah TKI yang lolos dari hukuman mati berkat
tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar.

Dubes Agus Maftuh menjelaskan KBRI menggalang dana untuk
pembebasan Ety dari hukuman mati. Sumbangan para dermawan dan pihak di
Indonesia menyelamatkan Ety dari algojo Saudi.

Dubes Agus Maftuh menyampaikan berjuta terima kasih kepada
LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) yang telah
memberikan sumbangan sebesar Rp 12,5 miliar atau 80 persen dari jumlah diyat
tebusan yang diminta ahli waris korban.

Dana dihimpun selama 7 bulan dari para dermawan santri,
kalangan pengusaha, birokrat, politikus, akademisi, masyarakat Jawa Barat, dan
komunitas filantropi. Agus berterima kasih kepada para dermawan di Indonesia
yang menyumbang sehingga mencapai Rp 15,5 miliar.

Dalam empat tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan
8 WNI dari hukuman mati dengan tanpa tebusan diyat. Di antaranya ada sepasang
suami-istri asal Indramayu.

Sebelumnya, proses pemulangannya telah dipercepat berkat
upaya yang dilakukan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh
Abegebriel. Agus telah menemui Penasehat Raja Salman, Pangeran Khalid al-Faisal
Al Saud, yang juga menjabat Gubernur Mekah, dengan didampingi Koordinator
Perlindungan WNI KBRI Riyadh, Raden Arief, dan atase hukum Rinaldi Umar.
Pertemuan berlangsung di kantor Pangeran Khalid al-Faisal di Jeddah.

Agus telah mengunjungi rumah Ety di Majalengka pada Oktober
2018. Agus meminta restu, doa, dan dukungan dari anak dan saudara-saudara Ety
untuk berupaya maksimal membebaskan Ety.

Dulu, Ety Toyyib bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada
2001, Ety didakwa menjadi penyebab wafatnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi.
Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati qisas dan pengadilan
memutuskan hukuman mati/qisas.

Pada 18 tahun berikutnya, dengan melewati negosiasi yang
panjang dan alot, keluarga majikan bersedia memaafkan dengan meminta diyat
tebusan sebesar 4.000.000 riyal Saudi.



Source link

Comment