by

Tapi Bukan Tidak Mungkin Megawati Lebih Memilih BG

-Politik-57 views




Pakar hukum dan politik Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam masih melihat PDIP sulit melepaskan bayang-bayang trah proklamator sekaligus Presiden RI pertama, Soekarno, dalam pucuk kepemimpinan partai.

“Meskipun hal tersebut akan menjadi boomerang bagi perkembangan PDIP kedepan,” ujar Saiful Anam saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/3).



Tapi menurut Anam, tidak menutup kemungkinan trah Soekarno bisa dilepas dari tubuh PDIP, selama upaya transformasi yang dilakukan seluruh pihak internal menginginkan partainya terbuka dan modern.

Sehingga, Saiful Anam melihat adanya potensi disejumlah kader partai yang berpeluang menggantkan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDIP, selain daripada putra dan atau putrinya.

Ada dua namanya yang disoroti Saiful Anam yaitu Sekretaris Jendral DPP PDIP, Hasto Kristiyanto dan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Dari dua nama itu, Saiful Anam menilai sosok Hasto Kristiyanto memiliki track record yang bagus di PDIP, dan bisa menerjemahkan pemikiran Megawati Soekarnoputri yang merupakan trah penerus Soekarno.

“Sehingga Hasto secara kapasitas dan kapabilitas mumpuni untuk menduduki jabatan Ketua Umum,” ucapnya.

Namun menurut Saiful Anam, cukup berat buat Hasto Kristiyanto meyakinkan Megawati Soekarnoputri untuk dapat menduduki orang nomor satu di PDIP. Sebabnya, ada sosok Budi Gunawan yang sejak Pilpres 2019 kemarin lengket dengan sang putri proklamator.

“Megawati juga bukan tidak mungkin akan lebih memilih Budi Gunawan yang justru lebih dekat dengan Megawati,” tuturnya.

“Untuk itu agak sulit bagi Hasto untuk melebarkan sayapnya dan lebih berkembang maju menduduki posisi paling bergengsi sebagai Ketua Umum PDIP,” demikian Saiful Anam menambahkan.





Source link

Comment