by

Waduh! Demam Babi Afrika Masuk Nias

-Nasional-48 views


 

Sumber Photo: CNN
Photo CNN


Ideanewsindo – Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) masuk ke Pulau
Nias, Sumatera Utara. Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan akan
terus mengkoordinasikan penanganan kasus ASF dengan meningkatkan pengawasan lalu lintas babi dan produk babi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, I Ketut
Diarmita, mengatakan, Balai Veteriner Medan bersama dinas setempat 
telah melakukan investigasi dan penanganan kasus ASF di Pulau Nias.

Pihaknya
juga telah mengeluarkan surat No 27008/PK.320/F/05/2020 tanggal 27 Mei
2020 terkait upaya peningkatan pengawasan lalu lintas babi dan produk
babi khususnya ke pulau Nias.

“Kasus penyakit ASF di
Pulau Nias diduga akibat adanya perdagangan dan lalu lintas babi serta
produknya dari wilayah tertular ASF di Sumatera Utara melalui jalur
tidak resmi,” kata Ketut di Jakarta, Jumat (26/6).

Ia menyebutkan,
Kementan telah memberikan bantuan untuk Kota Gunung Sitoli, Kabupaten
Nias, Nias Barat, Nias Selatan, dan Nias Utara berupa desinfektan
sebanyak 600 liter, 10 sprayer, obat-obatan dan APD melalui Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara pada awal Mei 2020. 

Lebih
lanjut, ia pun memastikan penanganan teknis kasus kematian babi di
Pulau Nias terus berjalan dan dilakukan dengan dukungan dari berbagai
pihak seperti Dinas Pekerjaan Umum dan unsur TNI, khususnya untuk
penguburan  bangkai babi.

 
“Sosialisasi tentang risiko pemberian pakan sisa dan penerapan
biosekuriti secara sederhana kepada peternak terus dilakukan oleh
petugas dinas,” tambahnya.

Ketut mengklaim bahwa tindakan teknis
yang telah dilakukan, termasuk tindakan desinfeksi telah menekan
perluasan kasus kematian ternak babi. “Terbukti, berdasarkan data
ISIKHNAS, kasus kematian babi di Pulau  Nias cenderung menurun. Pada
bulan Mei tercatat angka kematian sebanyak 16.060 ekor, sedangkan pada
bulan Juni 2.060 ekor,” katanya.



Source link

Comment